Langkah PASTI Penggunaan Gadget pada Anak Usia Dini: Gadget, no worry!

Langkah PASTI Penggunaan Gadget pada Anak Usia Dini: Gadget, no worry!

Kerap kali memberikan gadget pada anak dianggap sebagai solusi dari situasi minimnya waktu bermain bersama anak. Kebiasaan ini tentu akan mengakibatkan perilaku negatif pada anak jika sudah masuk pada fase kecanduan gadget. Tidak banyak orang tua yang menyadari bahwa bukan hanya “pertumbuhan” fisik yang perlu menjadi perhatian pada anak usia dini tetapi “perkembangan” juga aspek penting yang perlu diperhatikan demi menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan perkembangan. Menurut Early Childhood Learning and Knowledge Center (ECLKC) (2021), anak memiliki 4 domain perkembangan yaitu: kognitif (ingatan, pemecahan masalah, pengembangan pengetahuan, dan memahami sekitar), sosial dan emosional (hubungan dengan orang dewasa, hubungan dengan anak-anak lainnya, perilaku emosional dan identitas diri), bahasa (memahami kata-kata, berkomunikasi dan berbicara, kosa kata) dan fisik (persepsi, keterampilan motorik, nutrisi dan kesehatan dan pertumbuhan fisik).

Teknologi yang semakin berkembang di masa kini dapat mempengaruhi perkembangan anak, selain itu juga memudahkan memperoleh informasi dari berbagai media. Ternyata kemudahan ini dapat diakses oleh sekitar 39,71 persen anak usia dini yang menggunakan telepon seluler/nirkabel. Dan 35,57 persen anak usia dini yang sudah mengakses internet di Indonesia (BPS, 2024). Hal ini perlu menjadi perhatian para orang tua untuk lebih baik dalam mengawasi penggunaan gadget pada anak usia dini.

Benar sekali anak akan menjadi tenang saat diberikan kesempatan untuk bermain gadget. Namun, seiring berjalannya waktu. Masalah akan timbul akibat penggunaannya tidak dibatasi oleh orang tua. Penggunaan gadget pada anak usia dini memiliki dampak berupa tidak responnya anak ketika dipanggil oleh orang tua, merengek ketika tidak diberi izin untuk menggunakan gadget, bahkan permasalahan dalam kemampuan berbicara (Rahayu, dkk., 2021).

Anak akan menjadi tidak terkontrol emosinya, gelisah sampai pada tahap ketergantungan. Belum lagi persoalan perkembangan kognitif anak yang terhambat akibat gadget apabila penggunaannya tidak di kontrol dengan baik. Tanda-tanda yang terjadi akibat penggunaan gadget yang tidak tepat, menunjukkan kurang optimalnya perkembangan pada anak usia dini.

Agar penggunaan gadget tidak menjadi mimpi buruk orang tua dan berdampak pada terhambatnya perkembangan anak di masa yang akan datang, berikut langkah PASTI yang dapat dilakukan orang tua untuk mencegah permasalahan yang biasa terjadi akibat penggunaan gadget yang tidak tepat:

  1. Permainan edukatif untuk anak usia dini
    Segala sesuatu yang dapat dimainkan oleh anak dan menjadi sumber pembelajarannya dapat disebut dengan permainan edukatif. Misalnya puzzle, menyusun balok, petak umpet dan permainan kreatif lainnya. Orang tua dituntut untuk lebih kreatif dalam memenuhi kebutuhan anak usia dini dalam mengoptimalkan perkembangannya.
  2. Atur waktu anak bermain gadget
    Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) (2022) dalam menatap layar elektronik (screen time) yaitu a) Anak usia di bawah 1 tahun (bayi): Screen time tidak direkomendasikan, b) Anak usia 1-3 tahun (toddler): tidak lebih dari 1 jam per hari. Semakin sedikit, lebih baik, c) Anak umur 3-6 tahun (prasekolah): Screen time tidak lebih dari 1 jam. Meminimalisir penggunaan gadget dan screen time sangat dianjurkan agar mencegah anak ketergantungan pada gadget. Gunakan waktu lebih lama dalam beraktivitas yang melibatkan orang tua dan anak dibandingkan dengan waktu anak bermain gadget.
  3. Saling membantu dalam pengasuhan anak usia dini
    Orang tua perlu menyadari bahwa anak adalah anugerah yang diberikan Tuhan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Maka dari itu, dalam proses pengasuhannya harus saling memahami bahwa pengasuhan bukan hanya tugas seorang ibu saja ataupun sebaliknya. Ayah dan ibu memiliki peran penting dalam pertumbuhan dan perkembangan yang optimal pada anak.
  4. amaTI dan temani anak saat menggunakan gadget
    Hal ini tentu saja penting dikarenakan banyak dampak negatif yang terjadi apabila anak tidak diawasi saat menggunakan gadget. Tontonan dan permainan yang tidak sesuai umur bisa saja dilihat dan dimainkan oleh anak. Peran orang tua untuk membatasi jenis tontonan dan permainan agar tidak berdampak pada perilaku anak yang lebih agresif dan tidak dapat di kontrol. Apabila anak diarahkan dengan tontonan yang mengasah kemampuan berpikir, akan lebih baik karena memperluas pengetahuannya dan tentunya dapat menggunakan teknologi secara tepat.

Secanggih apapun teknologi yang terus berkembang di masa sekarang dan yang akan datang. Orang tua akan selalu menjadi tempat terbaik anak dalam berkomunikasi dan berinteraksi. Sudah saatnya menjadi orang tua yang cerdas dan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang baik dalam pengasuhan anak usia dini. Mengoptimalkan periode emas anak dengan memahami kebutuhannya dan bertumbuh menjadi orang tua yang terus berproses sepanjang waktu.

Sumber Referensi :

  • Badan Pusat Statistik. (2024). Profil Anak Usia Dini 2024. Jakarta: Badan Pusat Statistik
  • ECLKC. (2021). Interactive Head Start Early Learning Outcomes Framework: Ages Birth to Five; ECLKC
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Pedoman Pelaksanaan: Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak di Tingkat Pelayanan Kesehatan Dasar.
  • Rahayu, N. S., Elan, E., & Mulyadi, S. (2021). Analisis penggunaan gadget pada anak usia dini. Jurnal paud agapedia, 5(2), 202-210. https://doi.org/10.17509/jpa.v5i2.40743

1 Comment

  1. Akhiruddin

    Menjadi inspirasi bagi pasutri menjadikan anak bertumbuh kembang dgn tdk ketergantungan dgn gadget…sukses👍🏼

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *